Mandirancan (05/2/2014) Tergopoh-gopoh Nata Sumarto (53) memasuki Aula Balai Desa Mandirancan malam tadi. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 20.45 WIB. Pria tambun ini bergegas mendekati meja pendaftaran donor darah. Pria yang sehari-hari beraktifitas sebagai tukang tambal ban dan usaha warung ini telah melakukan kegiatan donor darah sebanyak 23 (dua puluh tiga) kali. Penghargaan dari PMI (Palang Merah Indonesia) untuk donor darahnya yang ke-10 baru dia terima malam tadi. Baginya merasa perlu berbagi kepada sesama melalui kegiatan donor darah ini.

“Ini demi kemanusiaan dan kegiatan sosial,” ujarnya.

Kegiatan donor darah yang diselenggarakan malam tadi (04/02/14) merupakan kegiatan rutin yang diprakarsai oleh Bidan Desa, Erly Kusumadewi. Pemilihan waktu malam hari didasarkan atas pertimbangan aktifitas warga Desa Mandirancan yang sibuk di siang hari. Bagi masyarakat dan petugas dari PMI, kegiatan ini bukan hal yang baru. Rutin dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sekali.

Malam ini sesuai daftar hadir, ada 43 orang yang datang. Sayangnya dari hasil pemeriksaan kesehatan hanya terkumpul 26 kantong darah. Kebanyakan dari mereka dinyatakan tidak layak karena HB dan tensi yang rendah. Mungkin yang perlu diapresiasi adalah antusias warga dalam mendukung kegiatan ini. Termasuk didalamnya para pemuda karangtaruna.

“Saya memang mencari anak-anak muda, agar ke depan ada semacam regenerasi pendonor,” demikian ujar Bidan yang cantik ini. “Insya Allah jadwal mendatang pada tanggal 19 April 2014”.

Petugas dari PMI mulai melaksanakan tugas sejak sehabis shalat Isya hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah pendaftaran dan mengisi blangko data yang dibutuhkan, calon pendonor di cek kesehatannya, baru diijinkan donor atau tidak. Setelah itu, ada sedikit bingkisan dari PMI untuk para pendonor. Terlihat dari para pendonor, ada Kades Mandirancan, perangkat desa, BPD, Ketua RT, beberapa warga desa tetangga, Tumiyang, dan siswa-siswa bahasa Korea “Widi Hakwon” yang berasal dari Gumelar.

“Setetes darah Anda, berarti Buat Mereka”.

Salah seorang pendonor

Salah seorang pendonor