Mandirancan (02/01/2018). Desa Mandirancan ikut meramaikan pertumbuhan Batik Banyumasan. Sejak Tahun 2013, hadir batik “MD” yang merupakan kepanjangan dari “Mandirancan”, persembahan kelompok batik yang anggotanya sekitar 30 orang. Pada awalnya masyarakat Desa Mandirancan belum mengenal apa itu batik. Karena pada waktu itu di Desa Mandirancan memang belum ada pembatik.

“Pada suatu waktu saya dan teman main ke tempat adik ipar yang ternyata orang tuanya seorang pembatik. Karena merasa penasaran dan ingin tahu bagaimana caranya membatik, akhirnya kami pun belajar membatik mulai dari nol, yaitu bikin titik-titik”, cerita Tri Ekowati, salah seorang pelopor batik di Desa Mandirancan. Batik berasal dari bahasa jawa “amba” yang berarti menulis dan “nitik”. Jadi Batik adalah seni melukis yang dilakukan di atas kain dengan menggunakan lilin atau malam sebagai pelindung untuk mendapatkan ragam hias di atas kain tersebut.

Lebih lanjut Tri menjelaskan, pertama kami mereka belajar membatik di Desa Kalisube Banyumas pada Tahun 2010. “Ternyata membatik itu unik. Dibutuhkan suatu kesabaran, ketelatenan juga konsentrasi. Dengan begitu kita bisa menuangkan ide-ide ataupun motif-motif batik yang kita inginkan.” Setelah Tri dan beberapa warga lain praktik membatik, ternyata banyak saudara, teman, dan tetangganya yang ikut belajar. Sampai akhirnya, ada lebih dari 30 orang yang belajar membatik.”Setelah tiga tahun kami membatik, akhirnya dari pihak Desa mengupayakan pelatihan batik yang pada waktu itu diadakan oleh PNPM pada tahun 2013.”jelas Tri. Dengan difasilitasi Pemerintah Desa, akhirnya mereka membentuk satu kelompok batik, yang diberi nama BATIK “MD”, yang artinya Batik Mandirancan. “Jadi mulai tahun 2013 telah resmi berdiri Batik “MD”, dengan pelindung Bapak Amin Subkhantoro yang waktu itu masih menjabat sebagai Kepala Desa, dan sebagai Pembimbingnya adalah Bapak Nalim.” Tri menambahkan, berdirinya Batik MD memang didukung penuh pihak Pemerintah Desa. “Bahkan dari PNPM, yaitu mas Kikis juga selalu membantu mempromosikan produk kita,” tambah dia. Hadirnya batik di Desa Mandirancan telah membawa dampak positif buat masyarakat di Desa Mandirancan, khususnya buat ibu-ibu. “Dengan berkembangnya batik di Desa Mandirancan mudah-mudahan bisa meningkatkan taraf hidup juga bisa menambah pendapatan ibu-ibu,”tandas ketua Batik MD itu.

SELAMAT HARI BATIK